12/10/17

45 Puisi Ahlul Hukmi

Puisiku Banal

puisiku banal
apabila tidak banal, bukan puisiku

puisiku banal,
tetapi tidak binal
apabila binal, bukan puisiku

7/2/2017

Perang Dunia Ketiga

apabila nuklir meluncur
sekutu poros akan hancur

22/2/2017

4 Desember 2009

Hujan lebat menyambutku
Ketika aku jingap takhtamu
Mangu aku di istanamu
Menung aku di makammu
Tafakur aku di tepi sungaimu
Kapal peti kemas berlalu
Kuhunus kerisku
Gelora dalam dadaku
Kusarungkan kerisku
Kuarungkan kreasiku
Sungguh sangat besar jasamu

15/5/2017

9/7/2007

Ketika itu aku sedang berdiri
di Simpang Jambu Air Bukittinggi,
setelah pulang dari mengunjungi
Payakumbuh, Lubuk Aua, dan Pasa Ateh.
Rakyat dihambat bergerak.
Ada urang gadang datang.
Seorang polisi menghardikku karena aku menyeberang jalan,
Membeli dua bakwan goreng.
Konvoi pun tiba.
Dia melambaikan tangannya saat lewat.
Tidak sedikit rakyat nan mengumpat akibat jalan raya harus steril.
Tengah malamnya aku pun tiba di Padang.

Siapa lagi nan akan dimanipulasi mentalnya
buat memanipulasi mentalku?

15/5/2017

SISTEM RUSAK

perencanaan rusak
pelaksanaan rusak
pengawasan rusak
pertanggungjawaban rusak
pelaporan rusak
penyelidikan rusak
penyidikan rusak
pembuktian rusak
pencegahan rusak
penindakan rusak
penanggulangan rusak
pemilihan rusak
perdamaian rusak
persatuan rusak
persahabatan rusak
persaudaraan rusak
semua nan rusak-rusak
siapa yang mau beli?

31/12/2016
Lanjutkan Membaca >>

01/08/17

Puisi Agustus, Agustus Berpuisi

Agustus

Agustus bulan gegap gempita
Semangat pekikkan merdeka
Merdekalah jiwa dan raga
Hidup bebas sepanjang masa


Agustus bulan gegap gempita
Semangat pekikkan merdeka
Satu pergerakan bersama
Abadilah perjuangannya


Agustus bulan gegap gempita
Semangat pekikkan merdeka
Hasrat boleh berbeda-beda
Persatuan harus dijaga


Agustus bulan gegap gempita
Semangat pekikkan merdeka
Tiada lagi cita-cita
Selain bebas dan merdeka


26/7/2017
Lanjutkan Membaca >>

23/07/17

Puisi


Aku menulis puisi lagi…

Sejak Januari 2017 sampai Juli 2017, aku sudah menulis 70 puisi di media sosial Facebook. Puisi-puisi tersebut memang tidak ada yang menyeleksinya. Aku sendiri yang memilih dan memilah puisi-puisiku sendiri. Puisi-puisiku, dan juga puisi-puisi yang ditulis oleh pemuisi dan penyair lain belum tentu dianggap berkualitas oleh Badan Sensor Sastra Negeri Bla Bla Bla, atau Yayasan Puisi Negeri Bla Bla Bla.
Biarlah dianggap gila puisi daripada diduga gila korupsi. Pada tahun-tahun sebelumnya, aku sudah menuliskan dan mencatat beberapa keinginan rakyat. Aku juga sudah menuliskan cerita pendek, naskah monolog, esei sastra, esei budaya, opini, kritik, komentar, kritik sastra, dan naskah novel. Sekali-sekali, datang pula ide buat menulis lirik lagu. Aku pun menuliskan puisi untuk lirik lagu. DUHAI KEKASIH, aku sedang SOLITUDE karena dalam kesunyian juga selalu dibayangi PANDEMONIUM.
Aku pun menuliskan lagi tiga puisiku yang sudah diunggah diriku di media sosial Facebook untukmu Duhai Kekasihku.

Duhai Kekasih

Duhai kekasih rinduku bergelora
Duhai kekasih harapanku bermetafora
Aku nyanyikan desau asmara
Cumbunya bagai irama orkestra

Dawai-dawai cinta bermelodi
Denting jiwanya memukau
Igau diriku akan engkau
Mencintaiku dengan abadi

Duhai kekasih rinduku berbinara
Duhai kekasih harapanku dalam anafora
Aku gubah pancarona pesona aksara
Dekapanmu buat syahdu hidupku

25/6/2017

(“Pancarona” atau “Pesona”? Mestinya “pesona”, tetapi begitulah adanya.)


Solitude

Matahari bersinar terang
Bulan bercahaya benderang
Pasang purnama kuala cinta
Arusnya mengalirkan manta

Matahari bersinar terang
Bulan bercahaya benderang
Benua-benua di ambang kelam
Nyala nurani dalam nalam

Matahari bersinar terang
Bulan bercahaya benderang
Gelisah negeri tenggelam
Hanya padaNya doa alam

Matahari bersinar terang
Bulan bercahaya benderang
Tenteramkan riaknya bimbang
Damailah seluruh gelombang

7/7/2017

Pandemonium

Matahari semakin suram
Bulan ikut bertambah muram
Surut gelap ambang gelisah
Riaknya mengguncang belasah

Matahari semakin suram
Bulan ikut bertambah muram
Benua-benua dalam kelesah
Redup nurani saling sesah

Matahari semakin suram
Bulan ikut bertambah muram
Peradaban pun serbasusah
Sejarahnya khayalan kisah

Matahari semakin suram
Bulan ikut bertambah muram
Disharmoni di musim dingin
Gunung lembah laut berangin

21/7/2017

Selamat merayakan Hari Puisi Indonesia, 26 Juli 2017, dengan gembira gegap gempita, Duhai Kekasihku nan selalu memukau diriku. Sejatinya, setiap hari adalah hari puisi bagiku diriku sendiri.
Ingatlah bahwa bintangnya Chairil Anwar, bintang sastra Indonesia nan hari kelahirannya dijadikan Hari Puisi Indonesia dan hari kematiannya dijadikan sebagai Hari Puisi Nasional, adalah Leo. Luar biasa istimewanya bintang sastra nan wafat di usia muda tersebut. Begitulah dunia. Setiap zaman mempunyai bintangnya masing-masing nan beredar di orbitnya.

Lanjutkan Membaca >>

Sinopsis Novel Rasian


SINOPSIS NOVEL RASIAN


           Sinara berasian ibu kota Negeri Lain menjadi front. Negeri Bintang Kuning, Negeri Salju, dan Negeri Belang berkomplot ingin menguasai Negeri Lain. Sinara, di bawah kendali operasi Departemen Istimewa, berhasil menghancurkan sebuah misil balistik interkontinental musuh di mesosfer sebelum misil mencapai ibu kota Negeri Lain. Pertempuran antara skuadron jet tempur Negeri Lain dan jet-jet tempur musuh mengubah ibu kota Negeri Lain menjadi zona pertempuran. Rasiannya itu dialaminya ketika dirinya sedang dalam perjalanan pulang dari Kota Dua Gunung menuju ke Kota Tepi Laut dengan menumpang taksi.
         Ketika masih kecil, Sinara nan lahir sungsang, mengalami rasian membantu Sultan Negeri Rasian untuk membuka brankas berisikan catatan sejarah, peta wilayah, dan peta harta emas Negeri Rasian. Dia berhasil membuka brankas disaksikan oleh Sultan dan Permaisuri Negeri Rasian, serta Datuk Penasihat, Datuk Penerawang, Datuk Bendahara, Datuk Setia Usaha, Panglima, dan juga beberapa Hulubalang Negeri Rasian. Sinara diberi hadiah sebatang pena emas oleh Sultan Negeri Rasian karena telah membuka brankas.
Lanjutkan Membaca >>

07/12/16

100 Puisi #NEGERI Ahlul Hukmi (37-100)


100

NEGERI BERTAUHID

LAA ILLAAHA ILLALLAAH
semata-mata hanya karena Allah

30/11/2016

99

NEGERI BERTAKBIR

Allahu Akbar
semata-mata hanya karena Allah

30/11/2016

98

NEGERI BERTAHMID

Alhamdulillah
semata-mata hanya karena Allah

30/11/2016

97

NEGERI BERTASBIH

Subhanallah
semata-mata hanya karena Allah

29/11/2016

96

NEGERI BERBASMALAH

Bismillaahirrahmaanirrahiim
semata-mata hanya karena  Allah

29/11/2016

95

NEGERI WAKTU
awal hari menuju tengah hari
tengah hari menuju senja hari
senja hari menuju tengah malam
tengah malam menuju dini hari
hari pun kembali pagi

29/11/2016

94

NEGERI REVOLUSI
selama masih ada matahari
selama masih ada gravitasi
selama masih ada bumi
revolusi selalu ada setiap hari

selama masih bernafas diri
selama masih berdarah arteri
selama masih berdikari nurani
sebelum ajal datang, berpantang mati

29/11/2016

93

NEGERI PERSATUAN
berdua satu duaja
satu tujuan ke satu tempat
bersatu dalam doa
doa kepadaNya nan satu
bersatulah negeri dalam persatuan

29/11/2016
Lanjutkan Membaca >>