04/11/17

Matakuliahku


Dulu aku kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Nilai matakuliah dan indeks prestasiku tiap semester selama sembilan semester? Jangan diterka. Aku rajin kuliah hanya di semester pertama. Semester-semester selanjutnya, aku malah sering kuliah di pinggir jalan Permindo, Pasar Raya, studio musik, dan Tapi Lauik. Kalau ke perpustakaan? Aku hanya rajin ke perpustakaan ketika semester terakhir. 

Semua dosenku pakar di bidangnya masing-masing. Mereka sangat berjasa. Padahal mereka bisa saja melanjutkan kuliah mereka di luar negeri, tetapi mereka lebih memilih bertugas mendidik mahasiswa-mahasiswinya. Meski pun pakar di bidangnya masing-masing, mereka tak pernah angkuh dan narsis. 

Ini adalah matakuliah nan dipelajari olehku ketika kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa, Sastra, dan Seni Universitas Negeri Padang.  

Matakuliah Dasar Umum
1.  Pendidikan Agama
2.  Pendidikan Pancasila
3.  Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa
4.  Ilmu Sosial Dasar
5.  Ilmu Alamiah Dasar
6.  Pendidikan Kewarganegaraan

Matakuliah Dasar Keahlian
1.  Masyarakat dan Kesenian Indonesia
2.  Sejarah dan Kebudayaan Indonesia
3.  Manusia dan Kebudayaan Indonesia
4.  Dasar-dasar Filsafat dan Metodologi Pendidikan
5.  Pengantar Penelitian Kebudayaan
6.  Sejarah Pemikiran Modern
7.  Bahasa Inggris
8.  Bahasa Indonesia

Matakuliah Keahlian
1.  Pronunciatian Practice
2.  Reading  1 & 2
3.  Speaking  1, 2 & 3
4.  Writing 1, 2 & 3
5.  Translation 1 & 2
6.  English Correspondence 1
7.  Listening Comprehension 1 & 2
8.  Grammar 1, 2 & 3
9.  Sociolinguistics
10.  Introduction to Linguistics
11.  English Morphology
12.  Spoken English Activities
13.  Paper/ Thesis Writing
14.  Seminar on Literature
15.  Makalah
16.  English Syntax
17.  English Semantics
18.  Introduction to Literature
19.  English Drama
20.  English Prose
21.  English Poetry
22.  Literary Research Methodology
23.  History of English Language
24.  Cultural Background 1, 2, & 3
25.  Literary Criticism
26.  History of English Literature

Begitulah. Wajar saja apabila aku gemar menulis puisi, cerita pendek, dan belajar mengarang novel. Aku memang doyan membaca karya-karya sastra sejak masih belajar di Sekolah Dasar.

Why do you laaaaaaaaaaaaaate?
Begitu tanya dosenku.

Batanggang, Sir. Terlambat bangun tidur.

Seisi ruangan kelas pun ketawa kecuali benda-benda mati.

Aku kuliah di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Ngopinya di kantin Sendratasik dan kantin Teknik. Mestinya aku kuliah di jurusan Teknik biar bisa menciptakan mesin teleportasi, tetapi biarlah aku belajar teknik sastra. Teleportasi? Makanya tonton Star Trek biar mengerti.

Sekarang?
Aku lagi gemar mendengarkan lagu Goyang Nasi Padang nan dinyanyikan oleh Duo Anggrek.

3/11/2017
Lanjutkan Membaca >>

12/10/17

45 Puisi Ahlul Hukmi


Puisiku Banal

puisiku banal
apabila tidak banal, bukan puisiku

puisiku banal,
tetapi tidak binal
apabila binal, bukan puisiku

7/2/2017

Perang Dunia Ketiga

apabila nuklir meluncur
sekutu poros akan hancur

22/2/2017

4 Desember 2009

Hujan lebat menyambutku
Ketika aku jingap takhtamu
Mangu aku di istanamu
Menung aku di makammu
Tafakur aku di tepi sungaimu
Kapal peti kemas berlalu
Kuhunus kerisku
Gelora dalam dadaku
Kusarungkan kerisku
Kuarungkan kreasiku
Sungguh sangat besar jasamu

15/5/2017

9/7/2007

Ketika itu aku sedang berdiri
di Simpang Jambu Air Bukittinggi,
setelah pulang dari mengunjungi
Payakumbuh, Lubuk Aua, dan Pasa Ateh.
Rakyat dihambat bergerak.
Ada urang gadang datang.
Seorang polisi menghardikku karena aku menyeberang jalan,
Membeli dua bakwan goreng.
Konvoi pun tiba.
Dia melambaikan tangannya saat lewat.
Tidak sedikit rakyat nan mengumpat akibat jalan raya harus steril.
Tengah malamnya aku pun tiba di Padang.

Siapa lagi nan akan dimanipulasi mentalnya
buat memanipulasi mentalku?

15/5/2017

SISTEM RUSAK

perencanaan rusak
pelaksanaan rusak
pengawasan rusak
pertanggungjawaban rusak
pelaporan rusak
penyelidikan rusak
penyidikan rusak
pembuktian rusak
pencegahan rusak
penindakan rusak
penanggulangan rusak
pemilihan rusak
perdamaian rusak
persatuan rusak
persahabatan rusak
persaudaraan rusak
semua nan rusak-rusak
siapa yang mau beli?

31/12/2016
Lanjutkan Membaca >>

01/08/17

Puisi Agustus, Agustus Berpuisi

Agustus

Agustus bulan gegap gempita
Semangat pekikkan merdeka
Merdekalah jiwa dan raga
Hidup bebas sepanjang masa


Agustus bulan gegap gempita
Semangat pekikkan merdeka
Satu pergerakan bersama
Abadilah perjuangannya


Agustus bulan gegap gempita
Semangat pekikkan merdeka
Hasrat boleh berbeda-beda
Persatuan harus dijaga


Agustus bulan gegap gempita
Semangat pekikkan merdeka
Tiada lagi cita-cita
Selain bebas dan merdeka


26/7/2017
Lanjutkan Membaca >>

23/07/17

Puisi


Aku menulis puisi lagi…

Sejak Januari 2017 sampai Juli 2017, aku sudah menulis 70 puisi di media sosial Facebook. Puisi-puisi tersebut memang tidak ada yang menyeleksinya. Aku sendiri yang memilih dan memilah puisi-puisiku sendiri. Puisi-puisiku, dan juga puisi-puisi yang ditulis oleh pemuisi dan penyair lain belum tentu dianggap berkualitas oleh Badan Sensor Sastra Negeri Bla Bla Bla, atau Yayasan Puisi Negeri Bla Bla Bla.
Biarlah dianggap gila puisi daripada diduga gila korupsi. Pada tahun-tahun sebelumnya, aku sudah menuliskan dan mencatat beberapa keinginan rakyat. Aku juga sudah menuliskan cerita pendek, naskah monolog, esei sastra, esei budaya, opini, kritik, komentar, kritik sastra, dan naskah novel. Sekali-sekali, datang pula ide buat menulis lirik lagu. Aku pun menuliskan puisi untuk lirik lagu. DUHAI KEKASIH, aku sedang SOLITUDE karena dalam kesunyian juga selalu dibayangi PANDEMONIUM.
Aku pun menuliskan lagi tiga puisiku yang sudah diunggah diriku di media sosial Facebook untukmu Duhai Kekasihku.

Duhai Kekasih

Duhai kekasih rinduku bergelora
Duhai kekasih harapanku bermetafora
Aku nyanyikan desau asmara
Cumbunya bagai irama orkestra

Dawai-dawai cinta bermelodi
Denting jiwanya memukau
Igau diriku akan engkau
Mencintaiku dengan abadi

Duhai kekasih rinduku berbinara
Duhai kekasih harapanku dalam anafora
Aku gubah pancarona pesona aksara
Dekapanmu buat syahdu hidupku

25/6/2017

(“Pancarona” atau “Pesona”? Mestinya “pesona”, tetapi begitulah adanya.)


Solitude

Matahari bersinar terang
Bulan bercahaya benderang
Pasang purnama kuala cinta
Arusnya mengalirkan manta

Matahari bersinar terang
Bulan bercahaya benderang
Benua-benua di ambang kelam
Nyala nurani dalam nalam

Matahari bersinar terang
Bulan bercahaya benderang
Gelisah negeri tenggelam
Hanya padaNya doa alam

Matahari bersinar terang
Bulan bercahaya benderang
Tenteramkan riaknya bimbang
Damailah seluruh gelombang

7/7/2017

Pandemonium

Matahari semakin suram
Bulan ikut bertambah muram
Surut gelap ambang gelisah
Riaknya mengguncang belasah

Matahari semakin suram
Bulan ikut bertambah muram
Benua-benua dalam kelesah
Redup nurani saling sesah

Matahari semakin suram
Bulan ikut bertambah muram
Peradaban pun serbasusah
Sejarahnya khayalan kisah

Matahari semakin suram
Bulan ikut bertambah muram
Disharmoni di musim dingin
Gunung lembah laut berangin

21/7/2017

Selamat merayakan Hari Puisi Indonesia, 26 Juli 2017, dengan gembira gegap gempita, Duhai Kekasihku nan selalu memukau diriku. Sejatinya, setiap hari adalah hari puisi bagiku diriku sendiri.
Ingatlah bahwa bintangnya Chairil Anwar, bintang sastra Indonesia nan hari kelahirannya dijadikan Hari Puisi Indonesia dan hari kematiannya dijadikan sebagai Hari Puisi Nasional, adalah Leo. Luar biasa istimewanya bintang sastra nan wafat di usia muda tersebut. Begitulah dunia. Setiap zaman mempunyai bintangnya masing-masing nan beredar di orbitnya.

Lanjutkan Membaca >>